Reportase 3_Review Buku dan Film

Materi review buku dan film disampaikan oleh Kang Usup. Review atau dengan kata lain adalah resensi. Bentuk wadah resensi di media massa berbeda-beda. Kang Usup menggambarkan buku seperti bawang merah. Orang yang meresensi sebuah buku, maka dia akan mengupas isi buku. Tidak hanya sanjungan pujian kepada penulis, tapi juga terkait kelemahan dan kelebihan buku. Kemudian diulas terkait alasan mengapa buku itu bagus, namun tidak ada 100% buku itu bagus. Kalau di koran, resensi berisi tentang kritikan. Jadi, dari ulasan Kang Usup, resensi dapat diartikan sebagai proses melihat kembali, menimbang, dan menilai apa yang sudah diserap dari buku.
Peran resensi adalah untuk memperpanjang ingatan, mengabdikan kenangan, memberi pertimbangan. Memperpanjang ingatan mempunyai makna bahwa kita bisa membaca ulang dan tidak mudah lupa dengan isi buku. Mengabadikan kenangan artinya hal yang kita rasakan saat kita membaca suatu buku pada 10 tahun lalu, lalu kita membaca buku itu lagi, jelas akan memberikan rasa yang berbeda.  
Menulis resensi memberikan keuntungan dari berbagai aspek, yaitu psikologi, jaringan, ekonomi dan keilmuan. Dari aspek ekonomi, menulis resensi dapat menawarkan timbal balik berupa upah kalau kita mengirimkan pada media massa. Upah paling kecil berkisar Rp 100.000,- namun ada penulis resensi yang tidak memperoleh upah. Dilihat dari aspek kelimuan,menulis resensi menjadikan pemuda menjadi lebih handal.
Persiapan-persiapan sebelum menulis resensi adalah memilih jenis buku, fiksi atau nonfiksi. Buku yang dipilih adalah buku yang disukai, disesuaikan dengan media, buku baru, buku sudah terbaca lebih dahulu. Setelah memilih jenis buku, menulis unsur-unsur yang ada dalam resensi diantaranya pembahasan sampul buku, judul, KTB, tema besar buku, alur cerita buku, tentang penulis, kalau dari buku terjemahan, perlu dicantumkan penerjemah.

Secara teknis, membuat resensi diawali dengan kalimat pembuka yang menarik, jika tidak pembaca enggan untuk melanjutkan membaca lebih lanjut dari resensi kita. Setelah itu, pembahasan terkait kelemahan dan kelebihan buku. Contoh-contoh judul resensi di antarantya “Aku Menuduh Hamka Plagiat”, “Cina, Komunis yang Prokapitalis”, “Mencederai Kundera”, “ Siapa Dibalik Kematian Tan Malaka”. Batasan untuk menulis resensi pada umumnya 800 kata, namun itu tergantung media massa yang dituju. 
Review atau resensi film jarang dilakukan. Identitas yang dibahas dalam resensi film diataranya terkait produser, durasi, tokoh, dan sinopsis. Kita bisa membuat resensi film dengan cara menonton film terbaru di bioskop dan masih ditayangkan keesokan harinya. Ada majalah khusus yang membahas tentang film.  
(Dy).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Artikel, Esai, dan Feature

REVIEW BUKU “Teknologi Penanganan Pascapanen Buah dan Sayuran”

Reportase V_FLP Bogor