Reportase 4_Belajar tentang Skenario
Belajar tentang Skenario
Bogor-Materi
skenario disampaikan oleh Mas Sokat Rachman. Katanya, membuat skenario ibarat
membuat sketsa sebuah rumah, sedangkan rumah adalah film. Skenario bisa diartikan sebagai teks naskah
landasan pekerja film, sutradara, pengatur kamera, sound, director of art
(estetika), wadrob, dan unit setting
tempat. Selain itu skenario bertujuan untuk menyatukan sebuah visi.
Cara membuat skenario bisa berawal dari
cerpen, novel, atau bahkan bisa dari ide sendiri. Kalau mengajukan skenario ke producer house, ide akan dipertimbangkan
lebih dahulu. Biasanya dalam membuat skenario melibatkan penulis, producer, dan sutradara. Mereka akan
berdisikusi, barulah merangkum atau membentuk suatu konsep. Dalam sebuah skenario
mereka menduduki urutan paling pertama.
Dalam menulis sebuah skenario, kadang
terjadi sebuah kesulitan dalam mengubah teks menjadi visual, misalnya karena
situasi. Film ayat-ayat cinta tidak mengambil latar di mesir karena tidak
mendapat izin, sehingga latar yang diambil di setting sedemikian rupa agar
mirip dengan mesir. Film berkembang dari kata fotografi, yang artinya
mengutamakan visual. Dialog ada ketika visual tidak bisa menyampaikan sebuah
pesan. Beberapa contoh yang mengandalkan visual adalah Mr.Bean.
Di Amerika ada yang mewadahi penulis skenario.
Di Indonesia tidak ada aturan khusus tentang menulis skenario sehingga
Indonesia berkiblat ke Amerika. Menulis skenario itu lebih detail dan perlu
riset dalam menulis. Satu adegan dalam sebuah skenario terletak dalam satu
frame. Sepojok ruangan dalam sebuah film, sifatnya sangat flexibel, kita bisa
membuat suatu latar yang tidak diketahui oleh orang lain.
Sebelum menulis skenario, perlu ide. Kemudian
ide tersebut dituangkan dalam sebuah sinopsis. Synopsis terdiri dari tokoh
utama dan sampingan, peristiwa dan waktu keadaan, jalur cerita utama dan jalur
cerita sampingan, motivasi tokoh dan cita-cita yang ingin diraih, dan hambatan
yang dihadapi tokoh utama dalam menggapai cita-cita.
Setelah membuat sinopsis, langkah
selanjutnya membuat scene plot. Scene plot adalah poin-poin yang berisi
dialog. Scene plot kemudian
dikembangkan menjadi skenario. Skenario berisi tambahan dialog. Bagian skenario
tidak lepas dari dimana posisi cerita
pada saat di bagian set up, confrontation, dan resolution. Bagian confrontation
merupakan bagian tersulit karena banyak konflik-konflik yang harus
dikembangkan. Satu poin pada scene plot
terdapat scene heading, keterangan setting, keterangan tempat, dan
keterangan waktu.
Pesan yang disampaikan mas Sokat sebelum kelas berakhir adalah "Cobalah menulis sinopsis, jangan takut, tulislah apa yang ada dibenak kalian". Dari pesan beliau memberikan motivasi kepada kita bahwa menulis sebuah sinopsis untuk dijadikan sebuah skenario itu gampang dan tidak lebih dari 2 halaman.
Pesan yang disampaikan mas Sokat sebelum kelas berakhir adalah "Cobalah menulis sinopsis, jangan takut, tulislah apa yang ada dibenak kalian". Dari pesan beliau memberikan motivasi kepada kita bahwa menulis sebuah sinopsis untuk dijadikan sebuah skenario itu gampang dan tidak lebih dari 2 halaman.
Komentar
Posting Komentar